WASPADAI SANDIWARA KESEPAKATAN DANA ASPIRASI DALAM SIDANG PARIPURNA

Meski banyak menimbulkan polemik, usulan dana aspirasi sudah menjadi usulan resmi Badan Anggaran DPR. Untuk itu diharapkan semua pihak lebih mewaspadai kemungkinan sandiwara yang akan dilakukan fraksi-fraksi di DPR untuk menggolkan usulan ini di sidang paripurna.
“Yang perlu dicermati adalah kemungkinan sidang paripurna merupakan sandiwara dengan skenario terencana dari semua fraksi yang ada di DPR,” ujar pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago kepada detikcom, Rabu (16/6/2010).
Andrinof yakin sebagian besar fraksi di DPR mengharapkan usulan dana aspirasi itu lolos menjadi kesepakatan. Oleh karena itu dirinya mengimbau semua pihak untuk mencermati seberapa gigih partai-partai yang sudah menyatakan usulan tersebut adalah salah, untuk mempertahankan konsistensinya.
“Golkar tampak akan terus pasang badan dengan segala risiko yang akan dihadapi. Langkah pasang badan ini tentu akan diikuti dengan permintaan kompensasi dari Golkar baik jika usulan dana aspirasi ini lolos ataupun tidak,” tutupnya.
Sebelumnya pada Selasa 15 Juni 2010 dalam rapat Badan Anggaran DPR dalam rangka pembicaraan pendahuluan penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2011, dana aspirasi sebesar Rp 15 miliar ditetapakan menjadi usulan resmi. Usulan yang digulirkan oleh Partai Golkar itu ditetapkan tanpa ada fraksi yang yang menyatakan keberatan.(Detik.com)
Partai Gerindra merasa kecewa karena UU ITE tidak cukup kuat untuk menjerumuskan bintang film porno seperti sosok mirip Ariel dan Luna Maya ke penjara. Gerindra mengusulkan agar dilakukan revisi UU ITE.
“Kebetulan hari ini Komisi I rapat dengan Menkominfo, KPI, dan Dewan Pers yang membahas video hot Ariel-Luna. Yang mau saya tanyakan adalah akhirnya UU ITE tidak mampu menjerat pelaku video mirip Aril dan Luna yang sudah tidak diragukan lagi,” kata Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Gerindra Ahmad Muzani kepada wartawan sebelum rapat dimulai di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/5/2010).
Muzani menympaikan lemahnya UU ITE membuat polisi bingung mengambil tindakan. Oleh karena itu, Muzani mengusulkan agar dilakukan revisi terhadap UU ITE ini.
“Ini merupakan kelemahan UU ITE. Tetapi ketika pasal yang mengatakan siapa melakukan penyebaran informasi, bisa dijerat dengan pidana akibatnya polisi hanya bisa merazia mencari penyebarnya,” papar Muzani.
Muzani mengusulkan agar dalam revisi UU ITE mencantumkan soal pasal yang menghukum keras terhadap pelaku. Hal ini sangat penting guna menghindari kecerobohan dan sikap tidak hati-hati. “Bagaimana kalau video ini membahayakan keamanan negara, misalnya teroris merekam cara merakit bom,” tegasnya.(Detik.com)
Partai Gerindra meminta semua pihak mewaspadai kecanggihan Golkar meloloskan usulan dana aspirasi setelah diganti nama. Gerindra mengajak partai “oposisi” menghadang langkah Golkar tersebut.
“Ini sangat serius buat saya, ini kecanggihan Golkar sebagai sebuah partai lama yang mengerti tentang seluruh proses legislasi di Senayan. Ini bukti jam terbang Golkar yang bagus dan harus diwaspadai ke depan,” kata Sekjen Partai Gerindra kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/6/2010).
Muzani yang juga wakil ketua Fraksi Gerindra akan segera memerintahkan anggota Fraksi Gerindra untuk mengecek proses di dalam Badan Anggaran. Muzani mengakui Golkar rajin melobi di internal Banggar untuk memuluskan rencana kontroversialnya.
“Kami akan mempertanyakan di Banggar apa kendalanya. Golkar itu kita hadang lewat kanan, dia lewat kiri. Kita hadang dari atas, dia lewat bawah,” keluh Muzani.
Muzani menegaskan bahwa posisi partainya tetap menolak usulan Golkar tersebut. Gerindra berharap partai lain yang menolak tetap konsisten menghadang langkah Golkar.
“Gerindra memang bukan apa-apa dengan jumlah hanya empat orang di Banggar. Tapi PDIP dan PKS yang besar saya harap tetap galak dan bersama kita menghadang langkah Golkar,” harap Muzani.(Detik.com)

Meski banyak menimbulkan polemik, usulan dana aspirasi sudah menjadi usulan resmi Badan Anggaran DPR. Untuk itu diharapkan semua pihak lebih mewaspadai kemungkinan sandiwara yang akan dilakukan fraksi-fraksi di DPR untuk menggolkan usulan ini di sidang paripurna.”Yang perlu dicermati adalah kemungkinan sidang paripurna merupakan sandiwara dengan skenario terencana dari semua fraksi yang ada di DPR,” ujar pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago kepada detikcom, Rabu (16/6/2010).
Andrinof yakin sebagian besar fraksi di DPR mengharapkan usulan dana aspirasi itu lolos menjadi kesepakatan. Oleh karena itu dirinya mengimbau semua pihak untuk mencermati seberapa gigih partai-partai yang sudah menyatakan usulan tersebut adalah salah, untuk mempertahankan konsistensinya.
“Golkar tampak akan terus pasang badan dengan segala risiko yang akan dihadapi. Langkah pasang badan ini tentu akan diikuti dengan permintaan kompensasi dari Golkar baik jika usulan dana aspirasi ini lolos ataupun tidak,” tutupnya.
Sebelumnya pada Selasa 15 Juni 2010 dalam rapat Badan Anggaran DPR dalam rangka pembicaraan pendahuluan penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2011, dana aspirasi sebesar Rp 15 miliar ditetapakan menjadi usulan resmi. Usulan yang digulirkan oleh Partai Golkar itu ditetapkan tanpa ada fraksi yang yang menyatakan keberatan.(Detik.com)
Partai Gerindra merasa kecewa karena UU ITE tidak cukup kuat untuk menjerumuskan bintang film porno seperti sosok mirip Ariel dan Luna Maya ke penjara. Gerindra mengusulkan agar dilakukan revisi UU ITE.
“Kebetulan hari ini Komisi I rapat dengan Menkominfo, KPI, dan Dewan Pers yang membahas video hot Ariel-Luna. Yang mau saya tanyakan adalah akhirnya UU ITE tidak mampu menjerat pelaku video mirip Aril dan Luna yang sudah tidak diragukan lagi,” kata Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Gerindra Ahmad Muzani kepada wartawan sebelum rapat dimulai di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/5/2010).
Muzani menympaikan lemahnya UU ITE membuat polisi bingung mengambil tindakan. Oleh karena itu, Muzani mengusulkan agar dilakukan revisi terhadap UU ITE ini.
“Ini merupakan kelemahan UU ITE. Tetapi ketika pasal yang mengatakan siapa melakukan penyebaran informasi, bisa dijerat dengan pidana akibatnya polisi hanya bisa merazia mencari penyebarnya,” papar Muzani.
Muzani mengusulkan agar dalam revisi UU ITE mencantumkan soal pasal yang menghukum keras terhadap pelaku. Hal ini sangat penting guna menghindari kecerobohan dan sikap tidak hati-hati. “Bagaimana kalau video ini membahayakan keamanan negara, misalnya teroris merekam cara merakit bom,” tegasnya.(Detik.com)
Partai Gerindra meminta semua pihak mewaspadai kecanggihan Golkar meloloskan usulan dana aspirasi setelah diganti nama. Gerindra mengajak partai “oposisi” menghadang langkah Golkar tersebut.”Ini sangat serius buat saya, ini kecanggihan Golkar sebagai sebuah partai lama yang mengerti tentang seluruh proses legislasi di Senayan. Ini bukti jam terbang Golkar yang bagus dan harus diwaspadai ke depan,” kata Sekjen Partai Gerindra kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/6/2010).
Muzani yang juga wakil ketua Fraksi Gerindra akan segera memerintahkan anggota Fraksi Gerindra untuk mengecek proses di dalam Badan Anggaran. Muzani mengakui Golkar rajin melobi di internal Banggar untuk memuluskan rencana kontroversialnya.
“Kami akan mempertanyakan di Banggar apa kendalanya. Golkar itu kita hadang lewat kanan, dia lewat kiri. Kita hadang dari atas, dia lewat bawah,” keluh Muzani.
Muzani menegaskan bahwa posisi partainya tetap menolak usulan Golkar tersebut. Gerindra berharap partai lain yang menolak tetap konsisten menghadang langkah Golkar.
“Gerindra memang bukan apa-apa dengan jumlah hanya empat orang di Banggar. Tapi PDIP dan PKS yang besar saya harap tetap galak dan bersama kita menghadang langkah Golkar,” harap Muzani.(Detik.com)

~ by iqvita on 18 June 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: